<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Consumer Behaviour</title>
	<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com</link>
	<description>Just another Nani Nuraeni's Blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Dec 2007 03:04:01 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>Pembentukan dan Pengubahan Sikap Konsumen</title>
		<description>	 
	Dalam konteks prilaku konsumen, sikap didefinsikan sebagai kecenderungan&nbsp; yang dipelajari dalam berprilaku dengan cara menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap suatu objek tertentu.
	Yang dimaksud dengan objek sikap ini sendiri adalah&nbsp; konsep yang berhubungan dengan konsumsi atau pemasaran khusus,s eperti produk, golongan produk, merk, jasa, kepemilikan, penggunaan produk, sebab-sebab atau isu, ...</description>
		<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/12/13/pembentukan-dan-pengubahan-sikap-konsumen/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Personality dan Warna</title>
		<description>	 



Warna
   
	
Hubungan Personality
   
	
Pengertian Pemasaran
   
  
	

Biru
   
	
Menghormati perintah, wewenang
   
	
&middot;   Warna   kesukaan Amerika
	&middot;   IBM   menuliskan merknya dengan warna biru
	&middot;   Berkaitan   dengan club soda
	&middot;   ...</description>
		<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/12/13/personality-dan-warna/</link>
	</item>
	<item>
		<title>KEPRIBADIAN MERK</title>
		<description>	Kepribadian Merk merupakan kondisi di mana konsumen menghubungkan berbagai sifat atau karakteristik &ldquo;mirip kepirbadian&rdquo; pada berbagai merk di berbagai macam golongan produk. Celana jeans Levi&rsquo;s 501 dipersonifikasi sebagai &ldquo;sesuatu yang kuat, dapat diandalkan, sejati, asli dan orang Amerika dan orang Barat&rdquo;. Nike mewakili kepribadian &ldquo;atlit dalam diri kita semua&rdquo;, dan ...</description>
		<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/12/13/kepribadian-merk/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Etnosentrisme Konsumen : Respon Terhadap Produk Luar</title>
		<description>	Orang yang etnosentris, cenderung lebih suka menolak menggunakan produk luar negeri. Dengan berbagai alasan lebih memilih menggunakan produk dalam negeri. Sementara orang yang tidak atau kruang etnosentris, cenderung berpikir objektif dalam menggunakan/tidak menggunakan  produk luar.
Tingkat etnosentris suatu wilayah atau Negara, berbeda satu sama lain, dan akan berubah sesuai dengan ...</description>
		<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/12/13/etnosentrisme-konsumen-respon-terhadap-produk-luar/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Kepribadian Prilaku Konsumen</title>
		<description>	Dilihat dari sifat kepemilikan, keperibadian prilaku konsumen, tergolong menjadi tiga prilaku, materialisme konsumen, prilaku konsumen yang mendalam dan prilaku konsumsi yang kompulsif.
	


Materialisme Konsumen
   
	
Prilaku Konsumen Mendalam
   
	
Prilaku Konsumsi yang kompulsif
   
  
	

Masih dalam batas   normal prilaku
   
	
Masih dalam batas ...</description>
		<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/11/09/kepribadian-prilaku-konsumen/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Faktor Kepribadian Kognitif</title>
		<description>	Dalam beberapa decade terakhir, para peneliti konsumen&nbsp; semakin tertarik mempelajari cara factor-faktor kepribadian kognitif mempengaruhi berbagai aspek prilaku konsumen. Menurut para peneliti, paling tidak ada dua sifat kepribadian yang secara nyata mempengaruhi prilaku konsumen, yakni kebutuhan akan kognisi dan orang yang suka visual (viualizers) versus orang yang suka verbal (verbalizers).
	


NO
 ...</description>
		<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/11/09/faktor-kepribadian-kognitif/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Teori Personality</title>
		<description>	Ada banyak teori tentang kepribadian. Namun dikaitkan dengan prilaku konsumen, ada tiga&nbsp; teori kepribadian&nbsp; utama, yakni teori Freud, teori Neo Freud dan teori sifat. Ketiga teori ini bisa dijadikan landasan penting dalam studi hubungan antara perilaku konsumen dan personality konsumen. Berikut perbedaan mendasar ketiga teori tersebut.
	&nbsp;
	


No
   
	
Freud
  ...</description>
		<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/11/09/teori-personality/</link>
	</item>
	<item>
		<title>PERSONALITY DAN PERILAKU KONSUMEN</title>
		<description>	Personality
	Goldon Allport&nbsp; mendefinisikan personality/kepribadian sebagai suatu organisasi dinamik dari system-sitem psikologis dalam individu yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungannya.
	Secara general, personality sendiri merupakan keseluruhan total cara seorang individu beraksi dan berinteraksi dengan yang lain.
	&nbsp;
	Personality seseorang, ditentukan oleh tiga hal yang saling mendukung satu sama lain, dan merupakan satu kesatuan,yakni,
	
Genetik.Keturunan
	Lingkungan, ...</description>
		<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/11/09/personality-dan-perilaku-konsumen/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Riset Motivasi</title>
		<description>	Merupakan riset terhadap berbagai motiv manusia. Riset kualitatif ini sering digunakan untuk menemukan motivasi bawah dasar konsumen terhadap sebuah produk. Dengan pertimbangan. Tidak selamanya konsumen memutuskan membeli atau tidak membeli sesuatu secara sadar,
	Secara general, ada sejumlah manfaat riset motivasi bagi para pemasar.
	
Bisa      mengungkapkan motivasi konsumen ...</description>
		<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/11/09/riset-motivasi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Hierarki Kebutuhan</title>
		<description>	Hierarki Kebutuhan
	Dia antara sekian teori kebutuhan, ada yang paling banyak dikenal, yakni bersi Dr Abraham Maslow, mengenai lima kebutuhan dasar manusia. Dimuali dari kebutuhan paling rendah (biogenis) ke tingkat kebutuhan yang lebih tinggi (Psikogenis).
	&nbsp;  
	Namun secara general.,kalangan psikolog mengelompokkan kebutuhan manusia ke dalam tiga kelompok kebutuhan,
	
Kekuasaan,Berkaitan dengan   ...</description>
		<link>http://consumerbehaviour.blogsome.com/2007/11/09/hierarki-kebutuhan/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
