Motivasi merupakan konsepsi dinamis sebagai rekasi terhadap berbagai pengalaman hidup. Ada banyak alas an mengapa motivasi seseorang senantiasa berubah, di antaranya :

  1. Banyak kebutuhan yang tidak pernah terpuaskan sepenuhnya.
  2. Munculnya kebutuhan baru setelah kebutuhan lama terpuaskan.
  3. Ditetapkannya sasaran baru setelah sasaran lama tercapai

 

Khusus mengenai “sasaran”, seseorang yang gagal mencapai sasaran yang ditetapkan banyak melakukan berbagai “aksi “ yang menunjukkan pertahanan diri sebagai bentuk pembelaan terhadap kegagalannya mencapai sasaran. Atau melindungi diri/ego  dari kekecewaan. Semua bentuk pembelaan diri ini dikenal dengan istilah mekanisme pertahanan.

Mekanisme pertahanan ini sendiri mencakup beberapa hal yakni.

  1. Agresi.  Banyak yang mengalami kegagalan melakukan tindakan agresif untuk melindungi harga diri mereka.
  2. Rasionalisasi. Jika bisa berpikir positif, ketika gagal, seseorang bereaksi lebih positif dengan mencoba tetap rasional, Mencoba intropeksi mempelajari kegagalan dan bahkan mencoba menetapkan sasaran baru yang lebih dianggap rasional.
  3. Regresi, terkadang banyak orang gagal mencapai sasaran bersikap ke kanak-kanakan, semisal dengan tidak berlaku sportif ketika memperebutkan sesuatu yang mendukung pencapaian sasarannnya.
  4. Penarikan diri, tidak sedikit orang yang menarik diri  dari kondisi tersebut,
  5. Proyeksi, banyak orang gagal melimpahkan kegagalannya kepada orang lain.
  6. Autisme, pemikirannya didominasi  sepenuhnya oleh kebutuhan dan emosi dengan sedikit usaha yang dilakukan.
  7. Identifikasi.Sering menyamakan diri dsecara bawah sadar dengan orang lain yang dianggap berada dalam kondisi yang dianggap ada kaitanya

 

Paling tidak ada empat  hal yang dapat memicu suatu motif.

  1. Psikologis, seseorang disadarkan akan kebutuhan jasmani tertentu saat berada dalam kondisi psikologis tertentu.
  2. Emosional. Tidak jarang, lamunan/khayalan memicu mewujudkan keinginan lama yang terpendam.
  3. Kesadaran. Banyak orang melakukan sesuatu/membeli sesuatu setelah ia disadarkan betapa pentingnya kebutuhan akan “sesuatu” itu.
  4. Lingkungan. Serangkaian kebutuhan orang pada saat tertentu sering dimotivasi oleh berbagai isyarat  khusus di lingkungannya.