main topicNovember 9, 2007 3:20 am

Dilihat dari sifat kepemilikan, keperibadian prilaku konsumen, tergolong menjadi tiga prilaku, materialisme konsumen, prilaku konsumen yang mendalam dan prilaku konsumsi yang kompulsif.

Materialisme Konsumen

Prilaku Konsumen Mendalam

Prilaku Konsumsi yang kompulsif

Masih dalam batas normal prilaku

Masih dalam batas normal prilaku

Prilaku abnormal dan contoh sisi gelap konsumen

Kepribadian bagi mereka yang menganggap kepelikian barang penting bagi identitas dan kehidupan mereka

Keterikatan dan minat mendalam dalam mengkonsumsi atau memiliki suatu barang tertentu

Kecanduan seseorang terhadap suatu produk yang kebanyakan tidak ada manfaatnya, bahkan merugikan.

Menghargai barang yang dapat diperoleh dan dipamerkan

Tidak merahasiakan barang-barang yang mereka miliki sebaliknya gemar memamerkan terutama kepada orang dengan minat yang sama terhadap barang itu.

Tidak dapat mengendalikan diri dan berpikir rasional untuk mendapatkan produk/jasa yang diinginkan

Egosentris dan egois

Bersedia bepergian jauh untuk mendapatkan  barang yang mereka sukai

Dapat merusak diri sendiri dan orang sekitarnya.

Mencari gaya hidup dengan banyak barang.

Dedikasi mengrobankan waktu dan uang untuk barang/produk yang digemari tersebut

Untuk mengendalikan atau menghilangkan masalh kompulsif biasanya diperlukan sejumlah terapi klinis

Kebanyakan milik mereka tidak memberikan kebahagiaan yang lebih besar

Menggambarkan para kolektor tertentu.

Pecandu obat, pecandu judi, dan berbagai penyimpangan makanan dan minuman.

main topic 3:19 am

Dalam beberapa decade terakhir, para peneliti konsumen  semakin tertarik mempelajari cara factor-faktor kepribadian kognitif mempengaruhi berbagai aspek prilaku konsumen. Menurut para peneliti, paling tidak ada dua sifat kepribadian yang secara nyata mempengaruhi prilaku konsumen, yakni kebutuhan akan kognisi dan orang yang suka visual (viualizers) versus orang yang suka verbal (verbalizers).

NO

Kebutuhan akan kognisi

Orang yang suka visual (viualizers) versus orang yang suka verbal (verbalizers).

1

Mengukur kesenangan orang untuk berpikir

Konsumen ada yang senang iklan yang menggunakan gambar, ada juga yang lebih senang iklan dengan penyajian kata-kata

2

Semakin tinggi tingkat kebutuhan akan kognisi, semakin tinggi  responnya terhadap iklan yang banyak memuat informasi atau deskripsi yang behrubungan dengan produk.

Sementara semakin rendah tingkat konsumennya, cenderung lebih tertarik pada latar belakang atau aspek di sekitar iklan, seperti model menarik atau selebriti yang terkenal

Visualizers, akan lebih respon dengan iklan yang secara langsung menampilkan gambar-gambar nyata dari produk yang diiklankan.

 

Verbalizers, akan lebih respon terhadap iklan yang secara gambvlang menjelaskan produk yang diiklankan melalui penjelasan kata-kata, walau tanpa gambar sekalipun

main topic 3:18 am

Ada banyak teori tentang kepribadian. Namun dikaitkan dengan prilaku konsumen, ada tiga  teori kepribadian  utama, yakni teori Freud, teori Neo Freud dan teori sifat. Ketiga teori ini bisa dijadikan landasan penting dalam studi hubungan antara perilaku konsumen dan personality konsumen. Berikut perbedaan mendasar ketiga teori tersebut.

 

No

Freud

Neo Freud

Sifat/Trait

1

Dasar pemikiran : manusia memiliki dorongan yang tidak disadari.

Dasar pemikiran : pembentuan dan pengembangan kepribadian didasari hubungan sosial

Dasar Pemikiran: kepribadian manusia bisa diukur menurut karakteristik psikologis khusus yang disebut sifat.

2

Kepribadian manusia dipengaruhi tiga komponen.

·    Id. Dorongan primitive dan sering dalam bawah sadar

·    Superego, rem yang  mengendalikan kekutan id yangs erring impulsif

·    Ego, pengendalian diri secara sadar

Kepribadian manusia digolongkan ke dalam tiga kelompok.

·      Patuh (compliant), ingin mendekati orang lain, ingin disayang, diperhatikan

·      Agresif, ingin menjauhi orang lain, ingin unggull dan dikagumi.

·      Lepas dari orang lain (detached),ingin kebbeasan, mencukupi kebutuhan sendiri, bebas dari kewajiban.

Manusia berbeda karena adanya sifat berbeda pada setiap individu. Dilihat dari sifatnya. Manusia bisa dikelompokan menjadi tiga,

· Keinovatifan, sejauh mana seseorang menerima berbagai penglaman baru.

· Materialisme, yakni kecenderungan manusia pada kepemilikan duniawi.

· Etnosentrisme, menerima atau menolaknya seseorang terhadap sesuatu yang datang dari luar negeri.

 

3

Para konsumen sering tidak menyadari alasan mereka mengkonsumsi sesuatu

Prilaku konsumen tergantung bagaimana posisi atau prilakunya dalam lingkungan social.

Konsumen membuat pilihan mereka dan dengan pembelian atau konsumsi golongan produk yang luas, bukan merek tertentu

main topic 3:14 am

Personality

Goldon Allport  mendefinisikan personality/kepribadian sebagai suatu organisasi dinamik dari system-sitem psikologis dalam individu yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungannya.

Secara general, personality sendiri merupakan keseluruhan total cara seorang individu beraksi dan berinteraksi dengan yang lain.

 

Personality seseorang, ditentukan oleh tiga hal yang saling mendukung satu sama lain, dan merupakan satu kesatuan,yakni,

  1. Genetik.Keturunan
  2. Lingkungan, mulai dari budaya, leingkungan keluarga, sekolah, pergaulan.
  3. Situasi, kepribadian seseorang bisa berubah pada situasi-situasi tertentu.

 

Idealnya seseorang akan memiliki kepribadian yang tidak jauh beda dengan leluhurnya/orang tuanya. Tetapi karena adanya pengaruh lingkungan atau situasi tertentu, bukan tidak mungkin kepribadiannya berbeda dengan cirri keperibadian keluarganya.

 

SIfat Dasar Kepribadian

Berdasarkan factor penentu keperibadian di atas, kepribadian/personality secara umum mmeiliki tiga sifat dasar,

  1. Personality mencerminkan perbedaan individu
  2. Personality bersifat konsisten dan bertahan lama
  3. Personality dapat berubah dalam situasi tertentu.
main topic 3:12 am

Merupakan riset terhadap berbagai motiv manusia. Riset kualitatif ini sering digunakan untuk menemukan motivasi bawah dasar konsumen terhadap sebuah produk. Dengan pertimbangan. Tidak selamanya konsumen memutuskan membeli atau tidak membeli sesuatu secara sadar,

Secara general, ada sejumlah manfaat riset motivasi bagi para pemasar.

  1. Bisa mengungkapkan motivasi konsumen yang tidak terduga mengenai pemakaian produk.
  2. Memberikan orientasi dasar kepada para pemasar mengenai berbagai kategori produk baru dan memungkikan mereka menyelidiki reaksi konsumen terhadap gagasan dan naskah iklan pada tahap awal.
Membantu pemasar merancang berbagai studi pasar kualitatif yang lebih tersusun untuk dilaksanakan pada riset dengan sample yang lebih luas lagi.

main topic 3:12 am

Hierarki Kebutuhan

Dia antara sekian teori kebutuhan, ada yang paling banyak dikenal, yakni bersi Dr Abraham Maslow, mengenai lima kebutuhan dasar manusia. Dimuali dari kebutuhan paling rendah (biogenis) ke tingkat kebutuhan yang lebih tinggi (Psikogenis).

 

Namun secara general.,kalangan psikolog mengelompokkan kebutuhan manusia ke dalam tiga kelompok kebutuhan,

  1. Kekuasaan,Berkaitan dengan keinginan individu untuk mengendalikan lingkungannya, Termasuk di dalamnya kebutuhan mengendalikan orang lain dan berbagai objek.
  2. Afiliasi, Merupakan kebutuhan manusia akan persahabatan, penerimaan oleh orang lain.
  3. Pencapaian prestasi. Kebutuhan ini erat kaitannya dnegan  kebutuha  egoistis maupun kebutuhan aktulisasi diri.

 

main topic 3:06 am

Motivasi merupakan konsepsi dinamis sebagai rekasi terhadap berbagai pengalaman hidup. Ada banyak alas an mengapa motivasi seseorang senantiasa berubah, di antaranya :

  1. Banyak kebutuhan yang tidak pernah terpuaskan sepenuhnya.
  2. Munculnya kebutuhan baru setelah kebutuhan lama terpuaskan.
  3. Ditetapkannya sasaran baru setelah sasaran lama tercapai

 

Khusus mengenai “sasaran”, seseorang yang gagal mencapai sasaran yang ditetapkan banyak melakukan berbagai “aksi “ yang menunjukkan pertahanan diri sebagai bentuk pembelaan terhadap kegagalannya mencapai sasaran. Atau melindungi diri/ego  dari kekecewaan. Semua bentuk pembelaan diri ini dikenal dengan istilah mekanisme pertahanan.

Mekanisme pertahanan ini sendiri mencakup beberapa hal yakni.

  1. Agresi.  Banyak yang mengalami kegagalan melakukan tindakan agresif untuk melindungi harga diri mereka.
  2. Rasionalisasi. Jika bisa berpikir positif, ketika gagal, seseorang bereaksi lebih positif dengan mencoba tetap rasional, Mencoba intropeksi mempelajari kegagalan dan bahkan mencoba menetapkan sasaran baru yang lebih dianggap rasional.
  3. Regresi, terkadang banyak orang gagal mencapai sasaran bersikap ke kanak-kanakan, semisal dengan tidak berlaku sportif ketika memperebutkan sesuatu yang mendukung pencapaian sasarannnya.
  4. Penarikan diri, tidak sedikit orang yang menarik diri  dari kondisi tersebut,
  5. Proyeksi, banyak orang gagal melimpahkan kegagalannya kepada orang lain.
  6. Autisme, pemikirannya didominasi  sepenuhnya oleh kebutuhan dan emosi dengan sedikit usaha yang dilakukan.
  7. Identifikasi.Sering menyamakan diri dsecara bawah sadar dengan orang lain yang dianggap berada dalam kondisi yang dianggap ada kaitanya

 

Paling tidak ada empat  hal yang dapat memicu suatu motif.

  1. Psikologis, seseorang disadarkan akan kebutuhan jasmani tertentu saat berada dalam kondisi psikologis tertentu.
  2. Emosional. Tidak jarang, lamunan/khayalan memicu mewujudkan keinginan lama yang terpendam.
  3. Kesadaran. Banyak orang melakukan sesuatu/membeli sesuatu setelah ia disadarkan betapa pentingnya kebutuhan akan “sesuatu” itu.
  4. Lingkungan. Serangkaian kebutuhan orang pada saat tertentu sering dimotivasi oleh berbagai isyarat  khusus di lingkungannya.
main topic 3:05 am

Motivasi Positif dan Motivasi Negatif

Dilihat dari arahnya, motivasi  dapat bersifat positif dan negative. Bersifat positif jika motivasinya atau dorongan yang muncul diarahkan untuk mencapai sesuatu objek/keadaan tertentu. Dan bersifat negative, manakala, motivasi diarahkan untuk mengindari objek atau keadaan tertentu.

Munculnya dua sifat dalam motivasi ini, memunculkan pula dua sifat serupa dalam hal  sasaran. Sasaran bersifat  positif jika sasaran memang menjadi arah bagi prilaku. Sementara sasaran negative jika sasarannya dihindari perilaku.

 

No

Rasional

Emosional

1

Mempertimbangkan semua alternative secara objektif

Menentukan alternative secara subjektif

2

Yang dipilih yang dianggap paling berguna

Yang dipilih hanya berdasarkan criteria pribadi dan tidak melulu yang terbaik

3

Kajian para peneliti  positivis

Kajian peneliti eksperentalis

main topic 3:04 am

Motivasi merupakan  dorongan/tenaga pendorong pada diri individu/seseorang untuk melakukan sesuatu guna memenuhi kebutuhannya yang belum terpenuhi.

Secara umum, kebutuhan manusia sebagai individu terbagi menjadi dua, kebutuhan dasar dan kebutuhan perolehan.

 

No

Basic Need (Kebutuhan Dasar)

Acquired Need (Kebutuhan Perolehan)

1

Bersifat fisiologis biogenis

Bersifat psikologis psikogenis

2

Makanan, minuman, air, udara, pakaian, perumahan, seks

Memperoleh penghargaan diri, martabat, kasih sayang,kekuasan, pengetahuan

3

Disebut kebutuhan primer/motif primer

Disebut kebutuhan sekunder/motif sekunder

 

Semua prilaku individu yang didorong motivasi-motivasi tersebut,  dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Hasil yang diinginkan inilah yang  disebut sebagai sasaran.

Pemilihan ssasaran , bagi setiap individu berbeda satu sama lai, tergantung beberapa hal yakni,

  1. Pengalaman pribadi
  2. Kemampuan fisik
  3. Norma dan nilai yang berlaku
  4. Kemudahan mencapai sasaran

Dan dalam prakteknya, terdapat keterkaitan antara  kebutuhan dan sasaran tersebut. Walaupun pada kenyataannya pula, kesadaran orang akan “sasaran” cenderung kurang, isbanding kesadarannya akan “kebutuhan”. Orang cenderung lebih menyadari kebutuhan dasarnya/fisiologis ketimbang kebutuhan perolehan/psikologis.

Sebagai contoh, seorang politisi mungkin tidak menyadari betapa tingginya kebutuhannnya akan “kekuasan”, tapi ia secara rutin aktiv dalam pemilihan jabatan tertentu dalam pemerintahan.