Consumer behaviour is the study of how people buy, what they buy, when they buy and why they buy. It blends elements from psychology, sociology, sociopsychology, anthropology and economics.

 

Prilaku konsumen merupakan cabang  antar ilmu pengetahuan  yang dilandasi berbagai konsep dan teori  dari berbagai cabang disiplin ilmu berbeda, mulai dari psikologi, sosiologi, psikologi social, antropologi budaya dan ekonomi.

Kajian terhadap prilaku konsumen mulai berkembang akhir tahun 1950-an ketika sejumlah pemasar mulai menyadari mereka akan dapat menjual lebih banyak barang dengan lebih mudah jika mereka hanya memproduksi  barang-barang yang telah mereka kenal.

Faktor-faktor lain  yang menyumbang ke berkembangnya minat terhadap prilaku konsumen adalah tingkat percepatan, pengembangan produk baru, pergerakan konsumen, kepedulian terhadap kebijakan public, kepedulian terhadap lingkungan dan pembukan pasar-pasar nasional di seluruh dunia.

(Prilaku Konsumen, 5)

Lambat laun, terjadi perubahan penerapan konsep, dari konsep penjualan ke konsep pemasaran.

 

 

Konsep Penjualan

Konsep Pemasaran

 

FOKUS

 

Kebutuhan penjual

 

Kebutuhan dan keinginan konsumen

 

DASAR

 

Pemasar  menjual apa yang diproduksinya

 

Pemasar harus bisa membuat apa yang dapat dijualnya

 

 

TINDAKAN

 

Membujuk  konsumen membeli produk yang dibuat

 

Hanya memproduksi barang-barang yang relevan dengan hasil survey/riset pasar. Dalam arti dibutuhkan tidaknya produk oleh pasar

 

 

Berkembangnya pemakaian konsep pemasaran, memberi kontribusi besar bagi berkembangnya studi prilaku konsumen