main topicSeptember 15, 2007 5:20 am

POSITIVISME

Tujuan         : Peramalan tindakan konsumen

Metodologi   : Kuantitatif

Tehnik         :  Survey

                      Eksperimen

                      Observasi

Asumsi        : 

* Rasionalitas konsumen mengambil keputusan setelah mempertimbangkan berbagai alternative.

*      Sebab dan akibat prilaku dapat dikenali dan dipisahkan

* Individu merupakan pemecah masalah yang terlibat dalampemrosesan informasi

*      Terjadi realitas tunggal

*      Persitiwa dapat diukur secara objektif

*      Penyebab prilaku dapat dikenali dengan memanipulasi sebab (yaitu masukan) pemasar dapat mempengaruhi prilaku(yaitu hasil)

*      Hasil riset dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas.

INTERPRETIVISME

Tujuan         :  Memahami berbagai praktek konsumsi

Metodelogi   :   Kualitatif

Tehnik         :  

*      Etnografi, menempatkan diri dalam kelompok yang sedang diselidiki.

*   Semiotik, studi mengenai  symbol dan arti yang disampaikan

*      Wawancara yang mendalam

Asumsi        :  

*      Tidak ada kebenaran tunggal dan objektif

*      Realitas adalah subjektif

*      Sebab dan akibat tidak dapat dipisahkan

*      Setiap pengalaman mengkonsumsi adalah unik

*      Interaksi peneliti/responden mempengaruhi hasil riset

*      Hasil riset sering tidak digeneralisasikan ke populasi yang lebih besar

main topic 4:50 am

There is no one perfect research method. Each has strengths and weaknesses, and thus the appropriate method must be selected based on research needs.

 

Untuk mengetahui kondisi pasar, sudah sejak lama perusahaan/pemasar melakukan market research atau riset pasar. Dengan semakin meningkatnya keragaman konsumen, dipandang perlu diluncurkannya riset tambahan, yakni consumer research atau riset konsumen.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, riset pasar dan riset konsumen secara umum membantu pemasar untuk mengetahui dengan pasti siapa konsumen mereka, sehingga bisa menjadi kontribusi untuk strategi marketing selanjutnya.

 

Ada empat manfaat utama Consumer Research

·         Locate new clients


·         Understand existing clients


·         Identify opportunities for new products or services


·         Identify potential markets for new or existing products


 


Dan Secara khusus, dapat dijelaskan pula   dua manfaat utama riset konsumen,

  1. Memungkinkan para pemasar meramalkan  bagaimana para konsumen akan bereaksi terhadap berbagai pesan promosi
  2. Memahami cara pengambilan keputusan  konsumen, sehingga pada akhirnya pemasar bisa merancang strategi pemasaran  yang lebih baik

 


Di awal perkembangannya, para periset menggunakan metodelogi kuantitatif yang memfokuskan penelitian terhadap keputusan konsumen yang rasional dan objektif dalam menilai suatu produk. Menurut metode ini, konsumen pasti akan memilih barang yang paling murah tapi memberikan manfaat dan kepuasan tinggi bagi mereka.


Riset yang mengakui adanya factor emosional psikologis dalam proses pengambilan keputusan konsumen, baru dilakukan akhir tahun 1930-a. Dimulai  ketika tahun 1939, psikolanalisis Wina Ernest Dichter mengaplikasikan teknik psikonalitis Freud mengenai adanya factor motivasi dalam diri konsumen. Sejak  awal tahun 1950an, metode risetnya kemudian berkembang  dan menjadi dasar metodologi kualitatif yang kita kenal sekarang.


 


Saat ini, ada dua pendekatan riset konsumen yang lzaim digunakan, yakni positivisme dan interpretivisme.

main topicSeptember 7, 2007 3:24 am


Sampai saat ini, pengertian dan penerapan etika secara umum dalam berbagai konteks masih belum ada. Artinya, meski bersifat absolute, pada pelaksanaannya, ukuran kebenaran penerapan etika masih berbeda-beda, sesuai dengan pandangan atau prinsip yang dianut.

Sampai saat ini paling tidak pemahaman mengenai etika diwarnai perbedaan prinsip dari tiga kelompok teori, yakni teleology, utilitarianisme, dan deontologi.

 

TELEOLOGY

UTILITARIANISME

DEONTOLOGI

ORIENTASI

Tujuan

Tujuan

Tujuan dan metode

PRINSIP

Kebaikan untuk semua orang

Kebaikan orang banyak

Kebaikan maksimal dengan cara yang baik pula

 

Seperti yang disampaikan Leon Schiffman & Leslie Lazar Kanuk dalam Consumer Behaviour, Etika jelas merupakan jalan dua arah. Agar proses pemasaran bekerja secara bermanfaat bagi seluruh masyarakat, para pelaku pasar dan konsumen sama-sama harus mengerti dan mempraktikan prilaku yang etis.

 

Dalam penerapannya di masyarakat, sering pula terjadi kerancuan pemahaman etika dan etiket. Padahal jelas keduanya berbeda.

 

NO

ETIKET

ETIKA

1

Sopan santun

Moral

2

Cara yang tepat melakukan sesuatu

Cara dan norma suatu perbuatan boleh dilakukan atau tidak

3

Hanya berlaku dalam pergaulan dan ada orang di sekitar

Berlaku walaupun tidak ada orang di sekitar kita

4

Relatif

Absolut

5

Memandang manusia lahiriah saja

Menyangkut manusia dari aspe “dalam”

 

 

Kaitannya dengan aktivitas pemasaran, tidak dapat dipungkiri banyak sekali praktek pemasaran yang secara etika bertentangan. Di sisi lain. Tidak sedikit pula konsumen yang melakukan pelanggaran etika.

Kenyataan itu pula yang mengembangkan pemahaman, studi dan penarapan etika pemasaran saat ini. Lantas apa kaitan Etika Pemasaran dan Konsep Pemasaran?

Jelas, Konsep pemasaran yang harus diterapkan adalah Konsep Pemasaran yang beretika, yang memperhatikan kepentingan masyarakat umum secara keseluruhan.

Namun tidak dapat dipungkiri pula, banyak pemasar yang tidak mengacu pada konsep pemasaran seperti ini. Karena realitanya, dilihat dari segi pendapatan profit, konsep pemasaran dengan selalu memperhatikan kepentingan masyarakat, adalah program jangka panjang. “Keuntungan” diraih melalui proses waktu lama. Sementara dalam konsep bisnis, orang cenderung berprinsip, time is money.

Perusahaan kosmetik misalnya, tidak akan memproduksi kosmetik pemutih dosis tinggi berbahaya meski banyak “konsumen” yang keranjingan memutihkan kulitnya instanly. Dia akan konstan memproduksi produk aman meski secara financial tidak dapat meraih keuntungan cepat, dengan catatan, image dia sebagai produsen berkualitas akan terjaga, sehingga diharapkan loyalitas konsumen akan langgeng. Tetapi jika orientasinya mencari untung cepat, perusahaan ini tidak akan ambil pusing dengan bahaya yang terjadi pada masyarakat. Yang penting keuntungan cepat diraih.

main topic 3:17 am

Consumers will sometimes be persuaded more by logical arguments, but at other times will be persuaded more by emotional or symbolic appeals.

 

Secara umum ada tiga cara/model analisis pengambilan keputusan konsumen, yakni:

  1. Economic Models,  pengambilan keputusan diambil berdasarkan alas an ekonomis dan bersifat lebih rasional.
  2. Psychological models, diambil lebih banyak akrena lasan psikoligs dan sejumlah faktos sosilogis seperti pengaruh keluarga dan budaya
  3. Consumer behaviour models. Model yang umumnya diambil kebanyakan konsumen, Dilandasi oleh faktos ekonimis rasional dan  psikologis.

 

Proses sederhana pengambilan keputusan melalui tiga tahap.

Input ( Pengaruh Eksternal)

Process ( Pengambilan Keputusan Konsumen)

Output ( Prilaku Setelah Keputusan )

 

INPUT :

  1. Usaha Pemasaran Perusahaan
    • Produk
    • Promosi
    • Harga
    • Saluran Distribusi

 

  1. Lingkungan Sosio Budaya

·         Keluarga

·         Sumber informasi

·         Sumber nonkomersial lain

·         Kelas social

·         Subbudaya dan budaya

 

PROCESS terdiri dari tiga komponen yang saling berkaitan

  1. Faktor Psikologis
    • Motivasi
    • Persepsi’Pengetahuan
    • Kepribadian
    • Sikap
  2. Pengenalan kebutuhan, penyelidikan sebelum pembelian, evaluasi terhadap kebutuhan.
  3. Pengalaman. Dalam prakteknya,  bisa berasal dari OUTPUT dan mempengaruhi factor psikologis dalam process.

OUTPUT:

  1. Pembelian
    • Percobaan
    • Pembelian ulang
Evaluasi setelah pembelian. Ini akan menjadi kontribusi penting dalam unsure pengalaman di tahap process, yang pada akhirnya akan mempengaruhi factor psikologis dalam proses pengambilan keputusan berikutnya

main topic 3:16 am

Setidaknya studi prilaku konsumen bisa diaplikasikan guna membantu beberapa hal berikut ;

  1. Merancang strategi dan kampanye marketing
  2. Menentukan public policy
  3. Menentukan strategy social marketing
  4. Membantu melahirkan konsumen-konsumen yang lebih baik

 

 Studi Prilaku Konsumen difokuskan pada cara individu mengambil keputusan  untuk memanfaatkan sumber daya mereka guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan konsumi, yakni

  • Apa yang  mereka beli
  • Mengapa mereka beli
  • Kapan mereka beli
  • Dimana mereka beli
  • Berapa kali mereka beli
  • Berapa kali (sebarapa sering)  mereka menggunakannya

 

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, jaawaban semua pertanyaan terhadap konsumen tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan strategi pasar. Mulai dari apa yang harus diproduksi, di mana memasarkan, sampai dengan  cara apa akan dipasarkan.

Aspek prilaku konsumen lain yang perlu juga difahami adalah, factor-faktor yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen terhadap penggunaan produk tertentu.

main topic 3:14 am

Consumer behaviour is the study of how people buy, what they buy, when they buy and why they buy. It blends elements from psychology, sociology, sociopsychology, anthropology and economics.

 

Prilaku konsumen merupakan cabang  antar ilmu pengetahuan  yang dilandasi berbagai konsep dan teori  dari berbagai cabang disiplin ilmu berbeda, mulai dari psikologi, sosiologi, psikologi social, antropologi budaya dan ekonomi.

Kajian terhadap prilaku konsumen mulai berkembang akhir tahun 1950-an ketika sejumlah pemasar mulai menyadari mereka akan dapat menjual lebih banyak barang dengan lebih mudah jika mereka hanya memproduksi  barang-barang yang telah mereka kenal.

Faktor-faktor lain  yang menyumbang ke berkembangnya minat terhadap prilaku konsumen adalah tingkat percepatan, pengembangan produk baru, pergerakan konsumen, kepedulian terhadap kebijakan public, kepedulian terhadap lingkungan dan pembukan pasar-pasar nasional di seluruh dunia.

(Prilaku Konsumen, 5)

Lambat laun, terjadi perubahan penerapan konsep, dari konsep penjualan ke konsep pemasaran.

 

 

Konsep Penjualan

Konsep Pemasaran

 

FOKUS

 

Kebutuhan penjual

 

Kebutuhan dan keinginan konsumen

 

DASAR

 

Pemasar  menjual apa yang diproduksinya

 

Pemasar harus bisa membuat apa yang dapat dijualnya

 

 

TINDAKAN

 

Membujuk  konsumen membeli produk yang dibuat

 

Hanya memproduksi barang-barang yang relevan dengan hasil survey/riset pasar. Dalam arti dibutuhkan tidaknya produk oleh pasar

 

 

Berkembangnya pemakaian konsep pemasaran, memberi kontribusi besar bagi berkembangnya studi prilaku konsumen

main topic 2:54 am

 Consumer behavior is "The study of individuals, groups, or organizations and the processes they use to select, secure, use, and dispose of products, services, experiences, or ideas to satisfy needs and the impacts that these processes have on the consumer and society."

 

Salah satu fenomena menarik di era globalisasi, adalah kian berkembangnya “keanekaragaman” dalam berbagai hal. Kaitan dalam bidang pemasaran, keanekaragaman terdapat nyata di antara konsumen dan pemasar.  Kenyataan tersebut memunculkan istilah yang kita kenal dengan sebutan “pasar global”, suatu tudi mengenai keanakeragaman di antara para konsumen, produsen, pemasar, pengecer, media periklanan, kebudayaan dan adat istiadat.

Tetapi kenyataan juga menunjukkan, di antara maraknya keanekaragaman, tidak dapat dipungkiri terdapat pula berbagai ‘kesamaan” dalam beberapa hal. Dalam berbagai situasti, kesamaan ini bahkan bersifat konstan. Kesamaan ini, dapat dijadikan landasan untuk melakukan segmentasi pembeli/konsumen/pasar. Dengan cara ini, pemasar bisa  merancang strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk mengenali dengan benar siapa konsumen target mereka.

Dengan mengetahui dan menentukan segmentasi pasar, pemasar dapat mengubah citra produknya, sehingga setiap segmen pasar menganggap produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan spesifiknya dengan jauh lebih baik daripada produk kompetitornya